Minggu, 06 Oktober 2013

Live Smart and Mesakke Bangsaku

5, Oktober akhirnya datang dalam kehidupan. Tanggal dimana saya benar benar menunggu penampilan spesial idola saya, Pandji Pragiwaksono. Bulan Oktober (lagi) setelah setahun yang lalu ia membut penampilan dalam rangkaian tur standup comedynya "Merdeka Dalam Bercanda". Kala itu diakhir minggu dibulan yang sama dan bertempat di Macthbox cafe. Sedangkan tahun ini, diawal minggu dan bertempat di auditorium RRI Surabaya. Sudah saya jadwalkan semenjak pengumuman jadwal turnya di blog pandji.com dan saja berjanji tak boleh ada yang mengusik rencana saya ini. Terbukti saya datang, dan mengesampingkan acara saya yang lain. Maaf saja untuk tim radio saya, tapi saya sudah bulat dengan rencana saya. Tur kali ini bang Pandji mengusung tema persatuan yang akhirnya dicurahkan dalam judul "Mesakke Bangsaku".
Saya tak pernah menyesal setiap mengeluarkan biaya untuk menikmati materi bang Pandji dan sebagian komika yang saya anggap bisa memberi saya 3 sks sekaligus. Mengapa saya bilang begitu? Tentu, saya ingat betul pertama kali saya menikmati penampilan jenaka dengan kecerdasan tinggi ya dikala Tur MDB, menambah wawasan, menambah umur dengan cara tertawa itu bisa memuda kan kita :D Memang waktu itu saya tak sampai usai, tapi saya ingat betul ia menampilkan materi dengan durasi lebih dari dua kali putaran 60 menit. Saya tak pernah menyesal mengenal standup comedy, mengenal mereka para komika muda hingga yang "beruban" dan dari yang materinya slengekan sampe yang bahas negara. Salut aja, nggak gampang nyusun materi dan ngerefesh kejadian lucu untuk diceritakan pada publik. Pengolahan kata juga sangat penting, serumit kala angatan Chairil Anwar membuat "binatang jala". Ini Indonesia, banyak pemudanya yang kreatif, banyak karya bangsa yang sudah terakui. Kita sudah bangkit dari berdil reformasi. Paling inget sama kalimat Pandji mengenai kebebasan pendapat dikala masa presiden yang katanya bisa bikin biaya kehidupan paling murah, "dulu orang korupsi nggak keliatan, karena ngga diberitain. Kalo gue berada di jamannya Suharto, udah hilang gue" seenggaknya sepenggal kalimat itu yang benar benar kena. . Sekarang, buku "Sila ke enam"nya Wahyu Aditya aja beredar di toko buku.
Balik ke Mesakke Bangsaku deh, materi minoritas di Indomesia sampe caleg pemilu tahun depan ia beberkan disini. Memang nggak salah sponsor penuh saja Smartfren, komika yang ngadain tur juga live smart :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar